Sejarah Pemanfaatan Hutan PDF Print

IUPHHK PT. Austral Byna yang ditetapkan berdasarkan Forestry Agreement (FA)No. FA/J/080/IX/73 tanggal 9 April 1969 dan SK HPH No. 635/Kpts/Um/X/74 tanggal 2 Oktober 1974 dengan luas 370.000 ha merupakan hasil penggabungan 2 HPH, yaitu PT. Yuling Byna Corporation dan PT. Byna Harapan.

HPH PT. Yuling Byna Corporation ditetapkan berdasarkan Forestry Agreement (FA) No. FA/IV/007/IX/69 tanggal 9 April 1969 dan SK HPH No. 446/Kpts/Um/11/69 tanggal 13 November 1969 dengan luas 150.000 ha. Sedangkan HPH PT. Byna Harapan ditetapkan berdasarkan Forestry Agreement (FA) No. FA/11/004/11/70/71 dan SK HPH No. 407/Kpts/Um/9/71 tanggal 23 September 1971 dengan luas 150.000 ha. Namun demikian, Departemen Kehutanan mengeluarkan izin yang tertuang dalam SK HPH No. 635/Kpts/Um/X/74 menetapkan areal HPH PT. Austral Byna seluas 370.000 ha, yang berlaku selama jangka waktu penguasahaan hutan 20 tahun, yaitu dari 14 November 1969 sampai dengan 13 November 1989, namun kemudian dari areal tersebut dilaporkan adanya tumpang tindih dengan areal HPH PT. Indexim Utama Corporation seluas 70.000 ha, hingga kemudian pada tahun 1975 sesuai dengan Surat Direktorat Jenderal Kehutanan No. 3162/DJ/I/75 tanggal 20 November 1975 disetujui pemisahan areal kepada HPH PT. Indexim Utama Corporation, sehingga luas areal HPH PT. Austral Byna menjadi 300.000 ha.

Setelah jangka pengusahaan hutan selama 20 tahun pertama (14 November 1969 s.d. 13 November 1989), PT. Austral Byna memperoleh izin perpanjangan HPH (sekarang IUPHHK pada Hutan Alam) berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 142/Kpts-II/93 tanggal 27 Februari 1993 untuk jangka waktu pengusahaan hutan 20 tahun berikutnya, terhitung dari 13 November 1989 s.d. 14 November 2009 dengan areal seluas 294.600 ha, terjadi pengurangan dari areal semula karena seluas 500 ha berupa hutan lindung dan 4.900 ha dialokasikan untuk HPHTI (sekarang IUPHHK pada Hutan Tanaman) Pola Transmigrasi yang dikeluarkan dari areal IUPHHK PT. Austral Byna.

Setelah jangka pengusahaan hutan selama 20 tahun berakhir kembali pada tanggal 12 November 2009, PT. Austral Byna kembali memperoleh izin perpanjangan IUPHHK-HA berdasarkan SK Menterri Kehutanan No. 557/MENHUT-II/2009 tanggal 17 September 2009 untuk jangka waktu 45 tahun berikutnya terhitung dari tanggal 12 November 2009 sd. 12 November 2054, yang berlaku efektif sejak 12 November 2009 dengan luas areal 255.530 ha.

Sejak tahun 1979 IUPHHK PT. Austral Byna telah berubah status PMA menjadi PMDN, sehingga status perusahaan berubah menjadi seluruhnya modal dalam negeri (sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 1968 Jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Dalam Negeri). Perusahaan PMDN ini telah disetujui oleh BKPM dengan surat No. 19/V/1979 tanggal 3 Desember 1979.

Dalam rangka mendukung program untuk menggalakkan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia, maka pada tahun 1990, 1% saham IUPHHK PT. Austral Byna diserahkan kepada koperasi. Perubahan ini telah terdaftar melalui Notaris Johanes Sukamo berdasarkan penetapan hakim Pengadilan Negeri Jakarta PusatNo. 27/CN/PDT.P/1990/PNJKT.PGT tanggal 16 Juli 1990. berdasarkan prediksi dari data tahun 1995, kewajiban IUPHHK PT. Austral Byna rata-rata per tahun selama jangka pengusahaan hutan adalah sebagai berikut (dalam Rupiah) :

Iuran Hak Pengusahaan Hutan

192.240.600,00

Pajak Bumi dan Bangunan

652.364.615,00

Iuran Hasil Hutan

4.531.945.740,00

Dana Reboisasi

7.249.469.817,00

Sumbangan Pembangunan Isen Mulang

73.415.000,00

Sumbangan Pembangunan Daerah Kalteng

146.902.000,00

Jumlah

12.846.337.772,00

 
@2008 PT. AUSTRALBYNA